
Franchise Kyochon merupakan peluang bisnis yang menjanjikan di industri kuliner, khususnya dalam segmen restoran cepat saji ayam goreng khas Korea.
Dikenal sebagai salah satu merek ayam goreng terkemuka di Korea Selatan, Kyochon telah berhasil membangun reputasi global berkat kualitas produknya yang konsisten, rasa autentik, dan citra merek yang kuat.
Di tengah meningkatnya tren makanan Korea di berbagai negara, termasuk Indonesia, kehadiran Kyochon sebagai franchise menawarkan potensi pertumbuhan yang sangat besar.
Konsumen lokal kini semakin terbuka terhadap pilihan kuliner internasional, terutama yang menyajikan cita rasa unik dan pengalaman makan yang berbeda.
Kyochon memenuhi kebutuhan ini dengan menyajikan ayam goreng renyah yang dibalut saus khas Korea seperti Original Soy Garlic, Red Spicy, dan Honey Series yang telah mendapat banyak penggemar di seluruh dunia.
Dengan sistem operasional yang sudah terstandarisasi dan dukungan manajemen yang profesional, franchise Kyochon memberikan kemudahan bagi para investor untuk menjalankan usaha secara efisien.
Kyochon juga dikenal akan komitmennya terhadap penggunaan bahan berkualitas tinggi dan proses memasak yang higienis, sehingga memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen.
Selain itu, kekuatan branding Kyochon yang sudah mapan membuat proses pemasaran lebih mudah karena nama besar Kyochon telah lebih dulu dikenal luas oleh masyarakat, terutama kalangan muda dan pecinta K-Food.
Bagi calon mitra yang ingin terjun ke bisnis F&B dengan risiko yang lebih minim dan potensi laba yang menjanjikan, franchise Kyochon adalah pilihan yang layak dipertimbangkan.
Dengan peluang ekspansi yang terbuka lebar dan dukungan yang solid dari pihak franchisor, Kyochon tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga sistem bisnis yang terbukti sukses di pasar global.

Kyochon (교촌, 校村) didirikan pada Maret 1991 oleh Kwon Won‑kang di Gumi, Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan.
Nama “Kyochon” berasal dari kata “Kyo” (교, 校) yang berarti sekolah atau kebijaksanaan dan “Chon” (촌, 村) yang berarti desa – melambangkan visi pendirinya menciptakan tempat makan berkualitas dengan nilai-nilai tradisional dan pendidikan.
Kwon memulai usahanya dari restoran kecil seluas 10 pyeong (~33 m²).
Ia tidak datang dari latar belakang keluarga pengusaha, melainkan beragam pekerjaan seperti pedagang kaki lima dan sopir taksi sebelum akhirnya memulai warung ayam gorengnya di usia 40 tahun.
Kyochon dikenal sebagai pelopor gaya double-fried (digoreng dua kali), menghasilkan tekstur yang lebih renyah tanpa berlemak berlebih.
Selain itu, Kwon memperkenalkan saus khas seperti Soy Garlic, Honey Series (1999) dan Red Series pedas (2004), yang kemudian menjadi ciri khas Kyochon.
Pendekatan ini juga mencakup pemilihan bahan berkualitas tinggi: ayam tanpa antibiotik, minyak canola rendah trans-fat, serta saus alami tanpa MSG.
Di Tanah Air, gerai pertamanya dibuka di Gumi (1991); jumlah gerai di Korea melewati 100 pada 1999 dan mencapai 1.000 pada 2003.
Ekspansi internasional dimulai pada 2004 di Los Angeles, diikuti Shanghai (2008), dan negara-negara Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina pada 2013.
Gerai pertamanya di Jakarta dibuka pada Oktober 2013 di Pacific Place, kemudian secara resmi grand opening pada Februari 2014.
Sejak ekspansi, Kyochon menerima banyak penghargaan: 11–13 tahun berturut-turut sebagai “Best Brand” di Korea dan “Best Chicken Wings” versi NBC New York.
Di Indonesia, bisnis dijalankan oleh PT Kyochon Indonesia (grup WahanaArtha) dengan CEO Ingrid Firmansyah, berkomitmen menjaga konsistensi, halal, dan gaya “tidak fast food”.
Kwon dikenal dengan gaya manajemen Jeong‑Do (prinsip integritas dan saling menguntungkan).
Ia memastikan pembayaran tunai untuk menjaga kepercayaan mitra, membatasi jumlah gerai demi kesejahteraan franchisee, dan berinvestasi untuk mendukung peternak serta komunitas.
Ia membentuk Kyochon Scholarship Association sejak 2009, menyumbang 20 KRW per ayam, mendanai beasiswa, membantu korban bencana, petani, dan anak-anak kurang beruntung.
Pada ulang tahun 30 tahun Kyochon di 2021, Kwon menyumbangkan sekitar 10 miliar KRW untuk tujuan sosial.
Pada 13 Maret 2019, Kwon mengundurkan diri sebagai chairman dan CEO, menyerahkan posisi kepada Hwang Hak‑soo demi profesionalisasi manajemen dan transparansi yang lebih baik.
Perusahaan kemudian tercatat publik di KOSPI pada 2020, menjadi waralaba kuliner pertama yang melantai di bursa saham Korea.
Berikut menu lengkap Kyochon (versi Indonesia dan internasional) beserta penjelasannya:
1. Signature Flavors (Rasa Andalan)
Soy Garlic (Ganjang‑chikin)
Ayam goreng dengan balutan saus kecap+saus bawang putih khas Kyochon; rasa gurih manis yang kaya rempah.
Red / Red Hot (Yangnyeom-chikin)
Ayam pedas berbalur saus cabai Korea manis-pedas; menonjolkan rasa gochujang.
Honey (Honey‑chikin)
Dibalut madu akasia manis lengket, menciptakan sensasi emas karamel dengan sentuhan gurih.
2. Classic & Light Crunchy Series
Real Fried Crispy
Ayam goreng ekstra renyah – membawa riff tekstur dari oatmeal, quinoa, amaranth.
Yangnyum Classic
Versi ringan dari Yangnyeom, tetap manis pedas tanpa terlalu berat.
Honey Corn
Kombinasi ayam manis dan jagung manis – twist unik ala Kyochon.
3. Salsal Series
Varian warna Salsal — seperti salsal soy, red etc — gaya potongan “boneless soonsal” (dadu tanpa tulang).
Digemari untuk dimakan pakai tangan, cocok buat cemilan atau acara rame-rame.
4. Combo & Paket
Chicken Wing Combo
Paket sayap ayam (5/8/16/24 pcs) + kentang wedges + minuman.
Bone‑less Combo / Chi‑Bap Combo
Soonsal tanpa tulang—ditaruh di mangkuk nasi—dengan varian saus soy/hot, plus kentang fries & soda.
Couple/Family Pack
Paket hemat untuk 2 orang (~8–16 pcs) plus tteokbokki, cheese ball, nasi, dan minuman.
5. Rice & Extras
Garlic Fried Rice / Kimchi Fried Rice (~Rp75–90 k) — nasi goreng kaya rasa, cocok dipadankan dengan ayam .
White Rice, Butter Rice / Garlic Butter Rice (~Rp28–19 k) — variasi nasi ala Kyochon.
6. Sides & Snack
7. Minuman
Berikut adalah keunggulan Kyochon berdasarkan sumber terpercaya beserta penjelasan lengkapnya:
1. Teknik double-frying – renyah tanpa berminyak
Kyochon menerapkan proses penggorengan dua tahap: pertama untuk mengeluarkan air dan lemak dari kulit, lalu goreng kedua untuk menghasilkan tekstur renyah tipis yang tahan lama.
2. Lapisan tepung tipis & premium
Kyochon menggunakan sedikit tepung (rice flour), sehingga menghasilkan lapisan yang ringan, tipis, dan tidak berminyak.
3. Minyak canola tanpa lemak trans
Minyak canola rendah lemak jenuh dan bebas lemak trans menghasilkan ayam goreng yang lebih sehat dibanding minyak goreng umum.
4. Tanpa MSG dan bahan tambahan sintetis
Semua saus dan bumbu Kyochon diklaim 100% alami, tanpa MSG atau aditif.
Menikmati rasa autentik yang sehat serta stabil tanpa perubahan rasa.
5. Bahan ayam berkualitas tinggi & halal
Kyochon menggunakan ayam broiler khusus yang tidak mengandung antibiotik atau hormon, dipelihara di lingkungan bersih, dan dijamin bersertifikat halal.
6. Disiapkan saat dipesan – bukan makanan cepat saji
Dibuat fresh on order, serta menaati “3 Janji Kyochon”: bukan fast food, hanya bahan alami, dan hidangan sehat dengan ketulusan hati.
7. Konsistensi rasa global
Semua saus dan bahan khas impor dari Korea, sehingga rasa tetap konsisten di seluruh cabang di berbagai negara.
8. Variasi saus menggugah selera
Tersedia banyak pilihan saus: Soy‑Garlic, Honey, Red Pepper (pedas), bahkan varian seperti Soon‑Sal (rice crisp) dan saus khas musiman.
9. Pengakuan internasional
10. Pengalaman pelanggan positif & budaya ‘chimaek’
Pengalaman menikmati ayam Kyochon kerap disebut “crunch that shatters like glass”, dan tetap renyah meski dibawa pulang.
Selain itu, tradisi chimaek (chicken + beer) mendunia semakin mempopulerkan Kyochon.

Berikut syarat lengkap untuk bergabung menjadi franchise Kyochon:
1. Kualifikasi Calon Mitra
Passion dan kompetensi di bidang F&B
Minimal memiliki pengalaman dalam industri makanan/minuman selama 3 tahun atau sudah pernah menjalankan usaha waralaba sebelumnya.
Memiliki pemahaman bisnis yang komprehensif dalam F&B, serta semangat dan passion untuk operasional restoran.
Kemampuan pendanaan awal & pengelolaan lokasi
Harus memiliki kemampuan pendanaan yang cukup di tahap awal (early-stage funding).
Mampu mengamankan lokasi/lahan dan memiliki kemampuan pengembangan (development ability) dari segi sewa dan konstruksi toko.
2. Tahapan dan Proses Andal
Pengajuan & seleksi
Anda wajib mengisi formulir pendaftaran untuk proses review dari pihak pusat.
Survei pasar & persetujuan
Head office melakukan market research dan meninjau lokasi calon toko untuk menyelaras dengan target pasar.
Penandatanganan perjanjian
Setelah lolos review, Anda akan menandatangani Master Franchise Agreement (untuk partner master) atau Franchisee Agreement (untuk cabang).
Konstruksi & desain toko
Pengukuran lokasi dan proses pembangunan/finalisasi interior akan dilakukan sesuai standar Kyochon.
3. Pelatihan & Dukungan Operasional
Pelatihan komprehensif
Sebelum buka: program intensif memasak dan manajemen selama ±10 hari di kantor pusat selama fase interior.
Setelah buka: pelatihan lanjutan, sesi khusus, dan pendampingan dari supervisor secara berkala.
Sistem manajemen dan marketing
Analisis lokasi, dukungan promosi grand opening, dan bantuan pemasaran dari pusat.
Supervisi rutin dari tim HQ untuk mengenalkan menu baru dan membantu operasional sehari-hari.
4. Sistem Ritel & Tipe Toko
Tipe toko yang fleksibel
Dine-in untuk area ramai (mall, pusat kota);
Take‑out/delivery untuk lokasi kecil atau pinggiran.
Proteksi area komersial
Kyochon menyediakan jaminan terhadap eksklusivitas wilayah operasional.
5. Komitmen Berkelanjutan & Keterbukaan
Transparansi manajemen & sinergi
Sistem manajemen terbuka, semangat pertumbuhan bersama, dan printing HQ yang telah terbukti selama bertahun-tahun.
Ekspansi global
Model ini berlaku untuk cabang lokal maupun internasional; ada struktur kemitraan Master Franchise yang diterapkan di berbagai negara.

Berikut ringkasan lengkap tentang investasi franchise Kyochon, disertai penjelasan berdasarkan sumber-sumber terkini:
Menurut Franchise Disclosure Document (FDD) tahun 2022, total investasi awal untuk membuka satu unit Kyochon di luar Korea (seperti di AS) diperkirakan antara US $493.500 hingga US $1.038.500.
Ini sudah termasuk:
Biaya franchise (Initial Franchise Fee) sebesar US $40.000
Deposit awal US $20.000
Persediaan awal (pre‑opening inventory) sekitar US $10.000–20.000
Biaya lainnya seperti pembangunan outlet, peralatan, pelatihan, promosi, dan modal kerja
Kalau mengambil paket multi-unit (5–10 gerai sekaligus), total investasi bisa mencapai US $2.467.500 hingga US $5.192.500
Untuk Kyochon Indonesia, yang dioperasikan PT Wahana Artha Group (Master Franchise), belum ada informasi resmi tentang biaya investasi yang dipublikasikan ke masyarakat.
Media lokal mencatat bahwa:
Detail biaya investasi belum pernah diungkap secara publik
Fokusnya lebih ke penguatan layanan delivery, bukan membuka jaringan waralaba seperti merek lokal
Berikut adalah keuntungan utama bergabung sebagai franchisee Kyochon:
Kyochon adalah franchise ayam goreng asal Korea yang kuat, menghuni peringkat #1 di Korea berdasarkan omset tahunan pada 2020.
Di Indonesia, Kyochon telah memiliki lebih dari sepuluh outlet di Jakarta saja—tanda diterimanya merek ini oleh konsumen lokal.
Artinya, kamu tidak mulai dari nol dalam membangun kepercayaan dan branding—pelanggan sudah kenal dan percaya.
Kyochon menawarkan business model solid dengan dua format: dine‑in dan take‑out, menyesuaikan lokasi dan kebutuhan modal.
Produk dibuat fresh after order, menggunakan minyak canola rendah lemak jenuh, tanpa MSG, dan halal—menjaga standar kualitas global.
Manfaatnya: kamu mengikuti SOP teruji tanpa harus merancang lagi dari awal, diminimalkan risiko operasional.
Franchisor menyediakan pelatihan menyeluruh & dukungan operasional dari awal pendirian hingga manajemen harian.
Ada pula pendampingan dalam pemasaran & promosi, termasuk disesuaikan untuk pasar lokal seperti promo pembukaan gerai baru.
Keuntungannya: kamu tidak menjalani usaha sendirian—selalu ada tim di belakang untuk membimbing bahkan saat menghadapi tantangan.
Dapatkan rahasia bumbu dan teknik memasak khas Kyochon (unique recipes & proprietary cooking methods).
Konsistensi rasa menjadi keunggulan—menu seperti original, red, dan honey wings bisa menjadi daya tarik unik bagi pelanggan.
Artinya, kamu tidak hanya menjual ayam goreng biasa, tapi pengalaman rasa yang istimewa.
Dengan brand sudah mapan dan sistem profesional, risiko bisnis relatif lebih aman dibanding usaha independen .
Dukungan pembiayaan lebih mudah, karena bank atau investor cenderung percaya franchise dengan struktur dan reputasi .
Implikasi: break-even point (BEP) bisa dicapai lebih cepat, memberi kestabilan finansial.
Kyochon Indonesia terus ekspansi: dari 6 outlet ke 8, lalu ke 12 outlet antara 2021–2024, termasuk lokasi strategis di mall dan area dine-in/take‑out.
Sebagai franchisee, kamu menjadi bagian dari jaringan luas nasional/global, memudahkan sharing best practices, promosi bersama, dan sinergi usaha.
Nilainya: peluang untuk membuka cabang tambahan dengan dukungan penuh franchisor.
Peluncuran outlet baru sering didampingi promo “buy 1 get 1” untuk menarik pelanggan—contohnya di Puri Indah dan Kemang.
Adaptasi terhadap tren makan sehat (tanpa MSG, minyak canola) dan konsep 3 Promises: fresh, natural, heart‑felt—sesuai preferensi konsumen Indonesia.
Keuntungan: kamu bisa pakai strategi pemasaran dan positioning yang sudah disesuaikan untuk pasar lokal.
Berikut analisis SWOT franchise Kyochon (global & Indonesia), berdasarkan berbagai sumber:
Reputasi dan posisi pasar kuat
Kyochon adalah salah satu merek ayam goreng Korea terbesar di Korea, meraih pangsa pasar ~15–20 % dari 4,2 triliun won industri ayam goreng domestik.
Brand-nya tangguh—terbaik dalam Brand Chicken Shop 2024, dengan manajemen berbasis win-win serta dukungan dan kualitas terjaga.
Kualitas produk dan rasa otentik
Mengandalkan minyak canola rendah lemak trans, tanpa MSG & bahan babi, serta bumbu khas (honey, soy-garlic, red).
Metode double-frying yang menghasilkan tekstur crispy yang disukai.
Sistem dukungan dan training yang sistematis
Proses pelatihan menyeluruh pra & pasca pembukaan outlet, termasuk studi pasar dan promosi dari kantor pusat.
Margin keuntungan yang tipis
Struktur distribusi dua level (HQ → regional → outlet) menurunkan margin, satu regional H.Q. hanya meraup margin ~1–1,6 %.
Kyochon melakukan konsolidasi ke manajemen langsung (direct HQ) untuk memperbaiki itu, walau masih menghadapi biaya “one‑time” dan beban logistik yg meningkat.
Ketergantungan wilayah operasional terbatas
Walaupun berekspansi global, jumlahnya masih terbatas (~1.400 outlet di 15+ negara) dan belum sebanding dengan merek F&B global besar.
Harga relatif premium
Beberapa konsumen menyebut harganya “overpriced” – porsinya kecil tapi mahal.
Perkembangan food delivery & cloud kitchen
Pandemi mendorong Kyochon Indonesia memperkuat layanan delivery dan membuka cloud kitchen.
Tren pengguna Grab/Gojek Kitchen membuka peluang kanal distribusi yang hemat biaya dan menjangkau pelanggan baru.
Ekspansi geografis & segmen baru
Target membuka 500 outlet di 25 negara hingga 2025.
Pasar berkembang Asia Tenggara dan Timur Tengah masih terbuka untuk merek ayam goreng halal & otentik.
Diversifikasi produk & kolaborasi
Ekspansi ke home meal replacement (HMR), minuman (bir/chimaek), dan menu pendamping lokal.
Brand ambassador seperti Lee Min Ho dan Byun Woo‑suk dapat meningkatkan awareness & daya tarik brand.
Persaingan sengit
Banyak merk ayam goreng Korea lokal & global (KFC, BHC, BBQ, dll.) yang menawarkan harga lebih murah atau rasa yang juga digemari.
Ada kekhwatiran kartel harga/delivery di Korea.
Kenaikan biaya operasional
Biaya tenaga kerja di Asia, inflasi harga bahan baku & distribusi yang naik dapat menekan margin keuntungan.
Risiko reputasi dan kepuasan pelanggan
Beberapa ulasan konsumen menyebutkan rasa tidak konsisten; manajemen SDM yang lemah bisa menurunkan pengalaman konsumen.
Regulasi & jiwa halal
Untuk pasar Muslim (seperti Indonesia), sertifikasi halal wajib dijaga serta membutuhkan pemahaman budaya dan aturan lokal.
Berikut tips sukses menjalankan bisnis franchise Kyochon yang lengkap, khususnya di Indonesia, berdasarkan berbagai sumber dan pengalaman nyata:
1. Pilih Lokasi Strategis
Lokasi menjadi faktor utama kesuksesan outlet franchise makanan.
Targetkan area keramaian tinggi: mall, perkantoran, kampus, atau dekat transportasi publik.
Pertimbangkan keberadaan pesaing: lokasinya bisa saling menguntungkan, tapi jangan terlalu dekat jika pasar jenuh.
2. Patuh terhadap SOP dan Standarisasi
Franchise Kyochon memiliki standar operasional baku termasuk proses memasak, penyajian, layanan, hingga kebersihan.
Terapkan SOP franchisor secara ketat.
Gunakan sistem kasir/POS untuk kontrol stok, transaksi, dan retensi data operasional.
3. Pertahankan Konsistensi Produk & Pelayanan
Kyochon menonjolkan produk sehat: minyak canola rendah lemak, tanpa MSG, dan bahan halal alami.
Jaga mutu dan rasa menu seperti ayam saus original, red, honey, serta variasi nasi dan sup.
Pastikan pelayanan karyawan selalu ramah dan profesional.
4. Rekrut & Latih Karyawan Berkualitas
Staf adalah wajah outlet franchise.
Rekrut yang kompeten dan bersahabat.
Lakukan pelatihan rutin: kwartal SOP operasional, layanan pelanggan, hingga kontrol kebersihan.
5. Manajemen Operasional & Pengendalian Biaya
Kelola stok bahan baku dan variable cost melalui sistem yang efisien.
Gunakan software POS dengan fitur stok dan laporan keuangan.
Terapkan internal control: pemisahan tugas kasir/kitchen, audit stok, CCTV untuk mencegah fraud.
6. Buat Rencana Bisnis dan Perhitungan Keuangan Mendetail
Sebelum buka, susun business plan komprehensif: proyeksi omset, BEP, arus kas, serta alokasi biaya (investasi awal, royalty, operasional).
Gunakan akuntan/finance advisor untuk validasi: apakah skema profit cocok investasi?.
7. Pahami dan Teliti Kontrak Franchise
Baca detail hak & kewajiban: area eksklusif, royalty, durasi kontrak, klausul pembelian bahan baku.
Konsultasikan ke legal advisor atau pengacara berpengalaman untuk proteksi hukum.
8. Jalin Komunikasi Intens dengan Franchisor
Kembangkan hubungan baik: konsultasi regular, ikut pelatihan lanjutan, request bantuan jika kendala operasional/mutu muncul .
Franchisor bisa menjadi mentor: sharing pengalaman outlet lain, strategi marketing, supply chain.
9. Strategi Pemasaran & Adaptasi Lokal
Meskipun brand kuat, outlet franchise tetap perlu marketing lokal:
Promo pembukaan (contoh: promo BUY1GET1 saat launch outlet Puri Indah Mall).
Aktiv ke media sosial, event, dan kampanye digital: giveaway, diskon, kolaborasi lokal.
10. Inovasi Menu & Ikuti Tren Konsumen
Jaga relevansi dengan tren F&B:
Tambah menu khusus (misal seasonal), sup, hidangan rice bowl lokal.
Ikuti tren makanan sehat, ramah muslim (halal & jaminan makanan bersih).
Kyochon sudah unggul di segmen “ayam goreng Korea sehat”.
11. Evaluasi dan Perbaikan Berkala
Terapkan evaluasi bulanan atau kuartalan:
Bandingkan target vs realisasi.
Analisis data: menu laris, jam sibuk, margin keuntungan.
Gunakan feedback pelanggan (grab review, survey, media sosial) untuk perbaikan berkelanjutan.
12. Kelola Risiko dan Siapkan Dana Cadangan
Sediakan dana cadangan untuk situasi tak terduga seperti:
Perubahan preferensi konsumen, pandemi, logistic & supply chain issues.
Dana darurat minimal 3–6 bulan biaya operasional.
13. Pelajari Pengalaman Franchisee Lain
Jaringan dengan pemegang franchise Kyochon:
Ambil pelajaran dari kesalahan dan keberhasilan mereka.
Pelajari insight: apakah proyeksi franchisor realistis? Apa tantangan di lokasi tertentu?
Bisnis franchise Kyochon merupakan peluang usaha kuliner yang menjanjikan, terutama bagi para investor yang ingin terjun ke dalam industri makanan cepat saji dengan standar internasional.
Dikenal sebagai salah satu merek ayam goreng Korea terpopuler di dunia, Kyochon menawarkan konsep restoran yang modern dengan kualitas produk yang konsisten tinggi.
Ayam goreng Kyochon diproses secara khusus dengan teknik penggorengan dua kali (double frying) yang menghasilkan tekstur renyah di luar namun tetap juicy di dalam, serta dibalut dengan saus khas Korea seperti Original Soy Garlic, Red (pedas), dan Honey.
Popularitas Kyochon yang sudah mendunia menjadi nilai tambah tersendiri, membuat konsumen lebih mudah percaya dan tertarik mencoba.
Selain itu, sistem operasional yang sudah terstandarisasi, dukungan manajemen pusat, pelatihan karyawan, serta strategi pemasaran yang terintegrasi menjadikan mitra franchise Kyochon lebih siap dalam menjalankan bisnis.
Kyochon juga menerapkan kontrol kualitas yang ketat dan menggunakan bahan baku pilihan untuk menjaga cita rasa autentik.
Kehadiran tren makanan Korea yang terus berkembang, ditambah gaya hidup masyarakat urban yang gemar mencoba makanan internasional, semakin memperkuat daya tarik bisnis ini.
Maka, bagi calon mitra yang siap mengikuti sistem dan memiliki lokasi strategis, bisnis franchise Kyochon berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang yang kompetitif di tengah ketatnya persaingan industri kuliner saat ini.