waralabagram pada Franchise Makanan
19 Apr 2025 16:06 - 13 menit reading

Franchise Bumbu Desa, Syarat Bergabung & Biaya Harga Investasi

5
(2453)

Franchise Bumbu Desa merupakan salah satu peluang bisnis kuliner yang menjanjikan dan terus berkembang di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan khas Nusantara.

Mengusung konsep rumah makan tradisional dengan sajian masakan Sunda yang autentik, Bumbu Desa berhasil menarik hati banyak konsumen dari berbagai kalangan.

Cita rasa yang kaya rempah, suasana yang nyaman, serta penyajian yang khas menjadikan Bumbu Desa bukan hanya tempat makan, tetapi juga pengalaman budaya yang berkesan.

Keunggulan inilah yang membuat franchise Bumbu Desa memiliki daya tarik tersendiri bagi para investor yang ingin terjun ke dunia kuliner dengan sistem yang telah terbukti sukses.

Sebagai salah satu merek restoran ternama di Indonesia, Bumbu Desa telah membangun reputasi kuat sejak berdiri, dengan jaringan cabang yang tersebar di berbagai kota besar.

Sistem waralaba yang ditawarkan dirancang untuk mempermudah mitra dalam menjalankan bisnis, mulai dari pelatihan karyawan, standar operasional, hingga pasokan bahan baku berkualitas yang dijamin konsistensinya.

Dengan demikian, calon franchisee tidak perlu memulai dari nol, karena sudah mendapatkan dukungan penuh dari pusat dan menggunakan brand yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Tingginya minat terhadap makanan tradisional, ditambah dengan tren kembali ke kuliner lokal, menjadi faktor pendukung lain yang membuat prospek bisnis ini semakin cerah.

Bagi pelaku usaha yang ingin memiliki bisnis di sektor makanan dan minuman namun minim pengalaman, franchise Bumbu Desa bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dengan kombinasi antara kekuatan brand, sistem yang terstruktur, dan permintaan pasar yang stabil, peluang untuk meraih keuntungan dalam jangka panjang sangat terbuka lebar.

Tidak hanya menjanjikan secara finansial, bergabung dengan franchise Bumbu Desa juga berarti ikut melestarikan kekayaan kuliner Indonesia.

Sejarah dan Asal Usul Bumbu Desa

Franchise Bumbu Desa

Bumbu Desa adalah jaringan restoran yang menyajikan masakan khas Sunda, didirikan oleh Arief S. Wirawangsadita pada 18 September 2004 di Bandung.

Restoran ini dikenal dengan konsep nuansa pedesaan yang kental, baik dari segi desain interior maupun pelayanan yang menggunakan sapaan khas Sunda seperti “wilujeng sumping” dan “hatur nuhun”.

Profil Pendiri: Arief S. Wirawangsadita

Arief S. Wirawangsadita adalah seorang pengusaha sukses asal Indonesia yang sebelumnya telah mendirikan resort Kampung Sampireun di Garut.

Pengalamannya di industri perhotelan dan kecintaannya terhadap budaya Sunda mendorongnya untuk mengembangkan restoran yang mengangkat kekayaan kuliner tradisional Sunda.

Dengan modal awal sekitar Rp 2,5 miliar, Arief memulai Bumbu Desa sebagai warung makan sederhana di pinggir Jalan Laswi, Bandung.

Konsep dan Keunikan

Bumbu Desa mengusung konsep “dari desa untuk kota”, dengan merekrut juru masak dari kalangan ibu rumah tangga di daerah Priangan Timur seperti Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.

Hal ini memberikan cita rasa autentik pada setiap hidangan yang disajikan.

Menu andalannya meliputi Nasi Liwet, Ayam Goreng Bumbu Desa, Ayam Bakakak, Bawal Tauco, Tumis Genjer Oncom, Sayur Asem, dan berbagai lalapan.

Perkembangan Bisnis

Dalam waktu singkat, Bumbu Desa berkembang pesat. Hanya dalam 1,5 tahun, investasi awal Arief sudah kembali.

Restoran ini kemudian membuka cabang di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya.

Pada tahun 2012, Bumbu Desa telah memiliki 38 cabang di Indonesia dan 8 cabang di luar negeri, seperti di Singapura, Melbourne, Malaysia, dan Australia.

Warisan dan Pengaruh

Arief S. Wirawangsadita meninggal dunia pada 26 Juli 2020.

Namun, warisan yang ditinggalkannya melalui Bumbu Desa tetap hidup dan terus berkembang.

Restoran ini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Dengan pendekatan yang menggabungkan kuliner dan budaya, Bumbu Desa telah menjadi contoh sukses dalam mengangkat kekayaan lokal ke panggung internasional.

Menu Bumbu Desa

Bumbu Desa menawarkan berbagai hidangan khas Sunda yang autentik, disajikan dalam bentuk prasmanan maupun paket.

Beberapa menu unggulannya meliputi:

  • Ikan Gurame Cobek: Gurame goreng yang disajikan dengan sambal cobek khas Sunda.

  • Ayam Laos: Ayam goreng dengan bumbu laos yang meresap.

  • Ayam Bumbu Kecap: Ayam yang dimasak dengan bumbu kecap manis.

  • Karedok: Salad sayuran mentah dengan bumbu kacang.

  • Pepes dan Tumis Kangkung: Hidangan pelengkap yang menambah kelezatan.

  • Nasi Liwet, Nasi Merah, dan Nasi Putih Hangat: Pilihan nasi untuk menemani lauk-pauk.

Untuk menu prasmanan, tersedia paket mulai dari Rp59.000 per orang, sedangkan menu individual berkisar antara Rp5.000 hingga Rp40.000.

Keunggulan Bumbu Desa

Restoran Bumbu Desa memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dari restoran lainnya.

Berikut adalah beberapa aspek utama yang menjadikan Bumbu Desa istimewa:

1. Konsistensi dalam Menyajikan Masakan Khas Sunda

Bumbu Desa menyajikan masakan khas Sunda yang autentik, seperti nasi liwet, ayam goreng bumbu desa, ayam bakakak, dan sayur asem.

Menu-menu ini diracik dengan bumbu tradisional yang kaya rasa, memberikan pengalaman kuliner yang otentik bagi para pengunjung.

2. Mengangkat Budaya Pedesaan dalam Konsep Restoran

Desain interior Bumbu Desa mengusung nuansa pedesaan yang kental, dengan penggunaan elemen-elemen tradisional seperti anyaman bambu dan perabotan kayu.

Bahasa Sunda digunakan dalam komunikasi sehari-hari di restoran ini, menciptakan suasana yang hangat dan akrab bagi pengunjung.

3. Pemberdayaan Masyarakat Lokal

Arief S. Wirawangsadita mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga dari desa-desa di wilayah Parahyangan Timur, seperti Garut, Tasik, dan Ciamis, sebagai juru masak di Bumbu Desa.

Hal ini tidak hanya membantu melestarikan resep tradisional, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dengan memberikan peluang kerja kepada masyarakat desa.

4. Ekspansi Bisnis yang Pesat

Bermula dari sebuah warung sederhana di pinggir jalan Laswi, Bandung, Bumbu Desa kini telah memiliki lebih dari 70 cabang yang tersebar di Indonesia dan beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.

Hal ini menunjukkan keberhasilan konsep bisnis dan daya tarik menu yang ditawarkan.

5. Keterlibatan dalam Industri Pariwisata

Selain Bumbu Desa, Arief juga terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata melalui pengelolaan Kampung Sampireun Resort & Spa di Garut.

Konsep wisata yang mengusung keindahan alam pedesaan ini telah menjadi destinasi populer bagi wisatawan, mencerminkan komitmen Arief dalam memajukan industri pariwisata Indonesia.

Dengan kombinasi antara cita rasa autentik, pemberdayaan masyarakat, dan ekspansi bisnis yang luas, Bumbu Desa berhasil menjadi salah satu restoran yang ikonik di Indonesia.

Syarat Bergabung dengan Franchise Bumbu Desa

Franchise Bumbu Desa

Untuk bergabung dengan franchise Bumbu Desa terdapat beberapa syarat dan proses yang perlu dipenuhi.

Berikut penjelasan lengkapnya:​

Syarat Bergabung dengan Franchise Bumbu Desa

  1. Memiliki Lokasi Strategis
    Lokasi outlet sangat memengaruhi keberhasilan bisnis kuliner. Calon mitra diharapkan memiliki atau dapat menyediakan tempat usaha di area yang ramai dan mudah diakses.

  2. Modal yang Cukup
    Investasi awal diperlukan untuk menutupi biaya sewa tempat, pengadaan peralatan, dan bahan baku. Besaran investasi dapat bervariasi tergantung pada paket yang dipilih.

  3. Komitmen dalam Menjalankan Bisnis
    Franchisee diharapkan memiliki dedikasi tinggi dalam mengelola operasional harian, menjaga kualitas produk, dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

  4. Mengikuti Pelatihan dan Standar Operasional
    Bumbu Desa menyediakan program pelatihan komprehensif yang mencakup teknik memasak, manajemen restoran, dan pemasaran. Tujuannya untuk memastikan konsistensi kualitas di seluruh outlet.

Proses Bergabung dengan Franchise Bumbu Desa

  1. Mengisi Formulir Aplikasi
    Calon mitra dapat mengisi formulir aplikasi yang tersedia di situs resmi Bumbu Desa. Formulir ini akan meminta informasi dasar mengenai latar belakang pribadi dan pengalaman bisnis.

  2. Wawancara dan Survei Lokasi
    Setelah aplikasi diterima, calon mitra akan diundang untuk wawancara. Jika lolos, tim Bumbu Desa akan membantu melakukan survei lokasi untuk memastikan kesesuaian tempat usaha.

  3. Penandatanganan Kontrak
    Jika semua persyaratan terpenuhi dan lokasi disetujui, kedua belah pihak akan menandatangani kontrak yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing.

  4. Pelatihan dan Persiapan Outlet
    Mitra baru akan menjalani pelatihan intensif mengenai operasional, kualitas produk, dan pemasaran. Setelah itu, outlet akan dipersiapkan untuk pembukaan.

  5. Pembukaan Outlet
    Setelah semua persiapan selesai, outlet Bumbu Desa akan dibuka dengan dukungan penuh dari tim franchisor.

Dukungan dari Franchise Bumbu Desa

Bumbu Desa menyediakan berbagai dukungan untuk memastikan kesuksesan mitra, antara lain:

  • Pelatihan dan Pengembangan
    Program pelatihan komprehensif mengenai operasional restoran, teknik memasak, dan pelayanan pelanggan.

  • Pemasaran dan Promosi
    Dukungan dalam strategi pemasaran, materi promosi, dan kampanye media sosial untuk menarik pelanggan.

  • Manajemen dan Operasional
    Sistem manajemen yang membantu dalam pengawasan kinerja outlet, pengelolaan stok, dan penjadwalan staf.

  • Supply Chain
    Jaringan pasokan bahan baku berkualitas tinggi dengan harga kompetitif untuk memastikan kelancaran operasional.

Harga Franchise Bumbu Desa

Franchise Bumbu Desa

Franchise Bumbu Desa menawarkan peluang investasi di bisnis kuliner khas Sunda.

Berikut adalah informasi lengkap mengenai harga dan penjelasan terkait franchise Bumbu Desa:

Harga dan Paket Investasi Franchise Bumbu Desa

Bumbu Desa menyediakan beberapa paket investasi untuk calon mitra, dengan kisaran biaya sebagai berikut:

1. Paket Reguler

  • Biaya Investasi Awal: Rp200 juta hingga Rp300 juta

  • Franchise Fee: Rp30 juta

  • Royalti Fee: 5% dari omzet bulanan

  • Estimasi Break Even Point (BEP): 12 hingga 18 bulan

2. Paket Premium

  • Biaya Investasi Awal: Rp500 juta hingga Rp700 juta

  • Franchise Fee: Rp50 juta

  • Royalti Fee: 5% dari omzet bulanan

  • Estimasi BEP: 10 hingga 14 bulan

3. Paket Restoran Mandiri

  • Biaya Investasi Awal: Rp1,8 miliar hingga Rp3 miliar

  • Termasuk: Lokasi dan bangunan, peralatan masak, peralatan restoran, dan pelatihan

  • Royalti Fee: 5% hingga 8% dari omzet bulanan

  • Estimasi Omzet: Sekitar Rp250 juta per bulan

  • Estimasi BEP: 2 hingga 3 tahun

4. Paket di Mal

  • Biaya Investasi Awal: Rp600 juta hingga Rp1,5 miliar

  • Royalti Fee: 5% hingga 8% dari omzet bulanan

  • Estimasi Omzet: Sekitar Rp250 juta per bulan

  • Estimasi BEP: 2 hingga 3 tahun

Keuntungan Bergabung dengan Franchise Bumbu Desa

Bergabung dengan franchise Bumbu Desa menawarkan berbagai keuntungan bagi investor yang ingin terjun ke industri kuliner Indonesia.

Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Brand yang Terkenal dan Terpercaya

Bumbu Desa telah berkembang pesat sejak berdiri, dengan lebih dari 80 outlet yang tersebar di Indonesia dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia.

Restoran ini dikenal dengan suasana pedesaan yang khas dan cita rasa masakan Sunda yang otentik.

2. Dukungan Sistem Waralaba yang Teruji

Franchise Bumbu Desa menawarkan dua paket investasi:

  • Paket Restoran Mandiri: Investasi sekitar Rp1,8–3 miliar, sudah termasuk lokasi, bangunan, peralatan, dan pelatihan.

  • Paket di Mal: Investasi sekitar Rp600 juta–1,5 miliar, cocok bagi yang ingin membuka outlet di pusat perbelanjaan.

Mitra franchise diproyeksikan dapat meraup omzet sekitar Rp250 juta per bulan dan balik modal dalam 2–3 tahun, dengan laba bersih 20–30%.

3. Cita Rasa yang Konsisten dan Otentik

Bumbu Desa menggunakan resep tradisional Sunda yang diwariskan turun-temurun, dengan bahan-bahan segar dan rempah lokal.

Menu seperti ayam bakakak, tumis genjer oncom, dan lalapan menjadi favorit pelanggan.

4. Dukungan Penuh dari Franchisor

Sebagai mitra, Anda akan mendapatkan pelatihan operasional, bimbingan pemasaran, dan dukungan dalam pengadaan bahan baku.

Franchise Bumbu Desa telah memiliki pengalaman dalam membina mitra untuk mencapai kesuksesan bersama.

5. Peluang Ekspansi ke Pasar Internasional

Dengan keberhasilan membuka cabang di luar negeri, Bumbu Desa memberikan peluang bagi mitra untuk memperkenalkan masakan Indonesia ke pasar internasional, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan potensi keuntungan.

Analisa SWOT Franchise Bumbu Desa

Berikut adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk franchise restoran Bumbu Desa.

Analisis ini mencakup faktor internal dan eksternal yang memengaruhi bisnis tersebut.

Kekuatan (Strengths)

  1. Konsep Kuliner Khas Sunda yang Otentik
    Bumbu Desa menyajikan masakan Sunda dengan cita rasa autentik dan suasana pedesaan yang kental, menggunakan bahasa Sunda dalam pelayanan. Hal ini menciptakan pengalaman makan yang unik dan membedakan dari pesaing lainnya.

  2. Model Bisnis Waralaba yang Teruji
    Sejak membuka peluang kemitraan pada 2009, Bumbu Desa telah berkembang pesat dengan lebih dari 50 gerai di Indonesia dan ekspansi ke luar negeri.

  3. Dukungan Sistem Operasional yang Kuat
    Bumbu Desa menawarkan paket kemitraan dengan investasi mulai dari Rp600 juta hingga Rp3 miliar, mencakup pelatihan, sistem operasional, dan dukungan pemasaran.

  4. Pertumbuhan yang Signifikan
    Dalam waktu 1,5 tahun, investasi awal Bumbu Desa sudah balik modal, dan pada 2014, perusahaan ini telah mempekerjakan hampir 5.000 orang.

Kelemahan (Weaknesses)

  1. Ketergantungan pada Pemilik Pendiri
    Kepergian Arief S. Wirawangsadita pada 2020 meninggalkan kekosongan dalam kepemimpinan dan visi strategis perusahaan.

  2. Variasi Kualitas Antar Gerai
    Sebagai bisnis waralaba, terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas dan layanan di seluruh gerai, yang dapat memengaruhi reputasi merek.

  3. Rentan terhadap Tren Kuliner
    Sebagai restoran dengan konsep tradisional, Bumbu Desa perlu beradaptasi dengan perubahan selera konsumen dan tren kuliner yang terus berkembang.

Peluang (Opportunities)

  1. Ekspansi ke Pasar Internasional
    Rencana ekspansi ke Vancouver, Kanada, menunjukkan potensi besar untuk memperkenalkan masakan Sunda ke pasar global.

  2. Peningkatan Permintaan Kuliner Tradisional
    Meningkatnya minat konsumen terhadap makanan tradisional Indonesia memberikan peluang bagi Bumbu Desa untuk memperluas jangkauan pasar.

  3. Diversifikasi Layanan
    Mengembangkan layanan seperti katering, layanan pesan antar, atau menu khusus dapat meningkatkan pendapatan dan menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Ancaman (Threats)

  1. Persaingan yang Ketat di Industri Kuliner
    Banyaknya restoran dengan konsep serupa dapat mengurangi pangsa pasar Bumbu Desa dan menekan margin keuntungan.

  2. Perubahan Preferensi Konsumen
    Perubahan selera konsumen yang lebih menyukai makanan cepat saji atau internasional dapat mempengaruhi popularitas Bumbu Desa.

  3. Krisis Ekonomi dan Pandemi
    Situasi ekonomi yang tidak stabil atau pandemi dapat mengurangi daya beli konsumen dan memengaruhi operasional restoran.

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Franchise Bumbu Desa

Berikut adalah beberapa tips sukses dalam menjalankan bisnis franchise Bumbu Desa:

1. Mengusung Konsep Kuliner Otentik dengan Sentuhan Budaya

Arief memulai Bumbu Desa pada tahun 2004 dengan modal sekitar Rp 2,5 miliar.

Ia mengangkat kekayaan kuliner tradisional Sunda yang belum banyak diangkat secara komersial.

Menu disiapkan oleh ibu-ibu dari desa-desa di Priangan Timur, seperti Garut, Ciamis, dan Tasik, yang memberikan cita rasa otentik dan kehangatan suasana pedesaan.

2. Pelayanan dengan Sentuhan Khas Sunda

Bumbu Desa tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman budaya.

Pelayanan dengan sapaan khas Sunda seperti “wilujeng sumping” (selamat datang) dan “hatur nuhun” (terima kasih) menciptakan suasana yang hangat dan ramah, membedakan restoran ini dari pesaingnya.

3. Model Bisnis yang Terintegrasi

Arief memilih untuk mengembangkan Bumbu Desa melalui kerja sama dengan mitra, bukan waralaba.

Setiap outlet dikelola oleh perusahaan masing-masing, namun tetap berada di bawah pengawasan Arief.

Hal ini memungkinkan kontrol kualitas yang konsisten dan ekspansi yang lebih terstruktur.

4. Investasi yang Terjangkau dengan Potensi Balik Modal Cepat

Untuk bergabung sebagai mitra, investasi yang diperlukan berkisar antara Rp 1,8 miliar hingga Rp 3 miliar untuk restoran berdiri sendiri, dan Rp 600 juta hingga Rp 1,5 miliar untuk outlet di mal.

Mitra diproyeksikan dapat balik modal dalam waktu 2 hingga 3 tahun, dengan potensi omzet sekitar Rp 250 juta dalam 3 bulan pertama.

5. Ekspansi yang Terencana dan Berkelanjutan

Sejak berdiri, Bumbu Desa telah berkembang pesat dengan lebih dari 80 outlet di berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Australia, dan Amerika.

Ekspansi ini dilakukan dengan mempertahankan kualitas dan konsistensi rasa, menjadikan Bumbu Desa sebagai duta kuliner Indonesia di mancanegara.

6. Seleksi Mitra yang Ketat

Calon mitra harus memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha atau ritel, serta kemampuan dalam mengidentifikasi lokasi yang strategis.

Proses seleksi meliputi pendaftaran, wawancara, survei lokasi, perjanjian, persiapan, dan pembukaan outlet.

Mitra juga diwajibkan untuk membeli bumbu dasar dari franchisor untuk menjaga konsistensi rasa.

Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, Bumbu Desa berhasil menjadi salah satu jaringan restoran khas Sunda yang sukses dan berkembang, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Kesimpulan

Bumbu Desa, yang dipimpin oleh Arief S. Wirawangsadita, merupakan sebuah brand waralaba yang telah sukses menggabungkan cita rasa masakan tradisional Indonesia dengan konsep restoran modern yang nyaman dan menyenangkan.

Bisnis ini mengusung konsep kuliner khas Sunda dengan berbagai pilihan menu yang autentik dan berbahan dasar bumbu-bumbu asli yang kaya rasa.

Keberhasilan Bumbu Desa dalam dunia waralaba tidak terlepas dari strategi ekspansi yang hati-hati, pengelolaan yang terstruktur dengan baik, serta pemilihan lokasi yang strategis untuk menjangkau pasar luas.

Selain itu, Bumbu Desa juga berhasil menciptakan pengalaman makan yang unik dengan mengedepankan kualitas dan pelayanan yang ramah.

Dengan dukungan sistem waralaba yang solid, Bumbu Desa tidak hanya menyediakan peluang bisnis yang menjanjikan bagi para investor, tetapi juga memperkenalkan kelezatan kuliner tradisional Indonesia ke lebih banyak konsumen.

Arief S. Wirawangsadita sebagai penggerak utama dalam bisnis ini memainkan peran penting dalam memastikan brand Bumbu Desa tetap relevan dan terus berkembang, menciptakan keberlanjutan usaha yang menjanjikan serta memberdayakan banyak mitra franchise dalam jangka panjang.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Klik bintang untuk memberikan rating!

Rating 5 / 5. Vote 2453

Jadilah orang pertama yang memberikan rating artikel ini.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?